Penerapan Tri Khidmat PMII dalam Individu

di sampaikan dalam rangka memenuhi persyaratan untuk Pelatihan Kader Dasar 2021 yang di selenggarakan oleh PMII Universitas Pekalongan

Arif Febriyana, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang

PMII sebagai gerakan yang berbasis pada keagamaan, kemahasiswaan, dan semangat kebangsaan. Dalam pergerakannya PMII memiliki nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam bergerak serta menentukan arah, nilai tersebut telah terkristal menjadi Nilai Dasar Pergerakan (NDP), lebih lanjut penjabaran dari NDP tersebut saling terkait dengan slogan PMII. Nilai Dasar Pergerakan PMII supaya lebih mudah dalam pemahamannya serta pengaplikasiannya, dijabarkan kedalam tri motto, tri komitmen, dan tri khidmat.

Tri Motto PMII terdiri atas tiga kata yakni, Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh; Tri Komitmen yang tersusun atas kejujuran, kebenaran, dan keadilan; serta Tri Khidmat yang terdiri dari taqwa, intelektual, dan profesional. Kader PMII yang merupakan kader dengan ideologi yang telah dibekali dengan nilai-nilai yang luhur berdasarkan dari Nilai Dasar Pergerakan untuk dapat menerapkannya atau menjadi pedoman dalam tingkah dan lakunya di kehidupan untuk menjaga keseimbangan sosial.

Sebagaimana dalam tujuan PMII yakni “Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia” dapat tercapai dengan bagaimana keberhasilan kader dalam menerapkan nilai yang dijabarkan pada tri motto, tri komitmen, maupun tri khidmat.

Tri Khidmat dapat menjadi jembatan untuk keberhasilan tujuan PMII dengan melihat kapasitas dari kader dalam menerapkannya. Dalam hal ketaaqwaan, penerapan ini menjadi penting sebagai landasan dalam hubungannya dengan Allah SWT, secara mudah taqwa terlihat dalam bagaimana menjalankan perintah Allah SWT serta menjauhi apa yang dilarang-Nya. Pengelolaan batin, yang didasari atas taqwa menghasilkan atau menumbuhkan sikap tenang, dimudahkan urusannya oleh Allah, sejalan dengan Ayat berikut :

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At Thalaq: 2-3)

Dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun berada, seorang kader tetap menjalankan perintah serta menjauhi segala yang dilarang-Nya, seperti mendirikan sholat, berakhlak sebagaimana akhlaknya yang dicontohkan oleh Rasulullah, serta tidak melakukan perbuatan yang tercela.

Dalam tataran intelektual di Tri Khidmat PMII memiliki makna bahwa kader PMII haruslah berdaya saing dalam hal intelektual. Intelektualitas dapat terukur dengan sebagaimana modal intelektual yang dimiliki, yang mana merupakan sumber daya tidak berwujud dapat berupa ilmu pengetahuan, pengalaman, sumber informasi atau lainnya. Implementasi kader yang berintelektual dapat terlihat dari pola pikir yang dimilikinya dalam bertindak, serta berucap. Dalam implementasinya, kader dapat mengasahnya dengan melakukan literasi dan menghidupkan kembali budaya literasi di kalangan mahasiswa serta pada generasi muda. Pada hal ini, intelektualitas didukung dengan taqwa yang dapat membawa kearah profesioanlitas. Sifat ini dapat tercipta dan saling terkait satu sama lain.

Adapun penerapan tri khidmat ini akan nampak manakala seorang kader baik dalam struktur maupun non-struktur menjalankan nilai-nilai dengan baik dan sejalan dengan tujuan PMII, sehingga terbentuk kader yang bertaqwa, intelektual, dan profesional. Selain itu, dapat terlihat pula manakala kader berada dalam sistem sosial yang lain di masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Formulir Kontak