Mural dalam Kehidupan,

Kesenian selalu hidup berdampingan dengan masyarakat, karya seni dapat dilakukan dimana saja, dengan media apa saja, serta oleh siapa saja. Tidak terkecuali dengan karya seni lukis, dewasa ini seni lukis menjadi hal yang lumrah dan banyak diminati. Telebih, memasuki era digital kegiatan melukis tidak hanya melalui media kertas saja, namun dapat dilakukan dengan media elektronik melalui komputer serta gawai.

Seni melukis, juga tidak terlepas dari media yang digunakan, saat ini banyak medium yang digunakan untuk menuangkan hasil dari ide-ide maupun pemikiran yang ada dalam diri dan disalurkan melalui lukis dengan media yang beragam, mulai dari kertas, kayu, kaos, sepatu, bahkan dinding. Menurut Mikke Susanto, dalam Bukunya “Kumpulan Istilah Seni Rupa” mengungkapkan bahwa mural adalah salah satu jenis lukisan dinding, karena jenis lukisan ini memanfaatkan permukaan dinding sebagai bidang datar tempat meletakkan cat atau objek yang akan diekspresikan oleh seniman.

Seni mural juga tak kalah dengan seni lukis yang lain, namun medianya yang berupa tembok dinding tidaklah mudah untuk ditemui. Hingga sering kali, bakat-bakat dari pegiat seni mural ini melakukan aktivitasnya dengan menggunakan tembok dinding yang ada di jalanan. Sudut-sudut kota dengan banyaknya tembok dinding yang kosong mereka gunakan untuk menyalurkan ekpresi, mulai dari mural abstrak hingga kritik terhadap apapun.

Mural dapat menjadi alternatif dekorasi untuk ruang-ruang kosong yang ada, dengan beragam jenis. Pegiat mural perlu diberi wadah dalam menyalurkan bakatnya, dengan memberikan media-media ruang yang cukup. Sehingga selain dapat menyalurkan bakatnya, ruang-ruang kosong baik dijalan maupun ditempat umum dapat terlihat lebih baik dengan adanya dekorasi mural.

Salah satu tempat yang memiliki ruang dan cukup untuk dibuat mural adalah di Embung Patemon, embung ini terletak di Dusun Sriging, Kelurahan Patemon.

Embung yang dimanfaatkan oleh Petani setempat  untuk mengairi persawahan ini memiliki tembok yang berada di sisi sebelah selatan, tembok ini tidak memiliki dekorasi apapun sehingga dapat dimanfaatkan untuk mural.

Melihat potensi tersebut, Kelurahan Patemon bekerjasama dengan Karang Taruna Tunas Patemon berinisiatif untuk mengadakan Festival Mural Patemon, festival mural akan diisi oleh sejumlah kegiatan yang dapat menghidupkan embung serta menarik wisatawan untuk datang ke embung.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Formulir Kontak